Arsip untuk Februari, 2011

Muammar Kadhafi Punya Saham di Belanda

Posted: Februari 24, 2011 in Info-info

REPUBLIKA.CO.ID,Pimpinan Libya Muammar Kadhafi punya sejumlah saham di Belanda. Perusahaan minyak negara Libya, Tamoil yang berkantor di Ridderkerk, memiliki 160 SPBU. Demikian penelitian harian de Volkskrant.

Tamoil merupakan anak perusahaan Oilinvest yang berkantor pusat di Monaco dan punya cabang di sejumlah negara Eropa lain. Perusahaan bergerak di bidang perdagangan minyak mentah dan produk olahan, serta transportasi, pengilangan, penyimpanan dan distribusi minyak. Selain itu perusahaan juga menjalankan sejumlah kegiatan pemasaran dan penjualan pelumas.

Juventus Di alamat yang sama di Ridderkerk, sebuah perusahaan tercatat menambang gas dan minyak di Libya, Prancis dan Kanada untuk Khadafi. Kantor tersebut punya 35 karyawan. Tamoil meraih laba besih 26 juta euro di tahun 2009.

Sebagian besar kekayaan Kadhafi lain berada di Italia, yang sebelumnya merupakan koloni. Tamoil merupakan salah satu pemain besar di pasar bahan bakar. Kadhafi juga punya saham di salah satu bank terbesar Italia, UniCredit dan fabrikan peralatan perang Finmeccanica. Selain itu, walaupun jumlahnya tidak besar, Khadafi juga punya saham di klub sepak bola Juventus.

60 Miliar Seluruh kepentingan bisnis Khadafi dilaksanakan lewat perusahaan investasi Libya, Arab Jamahiriya, yang sejak tahun 1969 dipimpin Khadafi. Volkskrant memperkirakan jumlah kekayaan Khadafi mencapai 60 miliar euro. Sekitar 40 miliar-nya berada di Libya.

60 miliar euro = Rp. 723.811.800.000

http://www.beacukai.go.id/rates/exchRateID.php

http://id.news.yahoo.com/repu/20110223/twl-muammar-kadhafi-punya-saham-di-belan-4d6e3f4.html


Pengalaman Selama 1 Semester di Gunadarma

Sebelum saya menceritakan pengalaman saya, saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Aby Habiby Hadiwijaya lahir di Bogor pada tanggal 2 Desember tahun 1992. Saya asli orang sunda walaupun saya tidak terlalu bisa bahasa sunda. Saya memlilih Gunadarma sebagai universitas yang akan saya masuki karena Gunadarma adalah universitas swasta yang bagus, bukan tetapi saya tidak mau masuk universitas negeri, tapi tidak universitas negeri pilihan saya yang mengijinkan saya untuk berkuliah di sana dan saat ini saya duduk di tingkat 1, Teknik Informatika kelas 1IA08. (Cukup basa-basinya! Langsung To The Point)

Pengalaman saya di Gunadarma di awali dengan adanya kegiatan PPSPPT, saya lupa itu kepanjangan dari apa tapi yang jelas acara ini adalah semacam acara orientasi untuk MABA (Mahasiswa Baru) untuk mengenal lebih dalam seperti apa itu Gunadarma dan apa saja yang bisa kita dapatkan selama di Gunadarma. Kegiatan ini di awali dengan sebuah peloncoan di pagi hari jam 7, sebenarnya peloncoan bukan kata-kata yang pantas karena kegiatan di pagi hari itu tidak lebih dari ocehan dan omelan-omelan gak jelas dari kakak-kakak senior kita di BEM. Sebagai MABA yang baik dan pintar (Lebay mode on), saya membawa dan mempersiapkan semua perlengkapan yang diperlukan saat acara ini berlangsung. Walaupun saya agak keberatan saat harus mencukur botak 2cm rambut saya tetapi karena itu adalah salah satu peraturannya yah mau tidak mau saya harus melakukannya daripada nanti rambut saya di pitakin (Hahahaha).

Sebenarnya, saya agak kecewa dengan acara ini karena gak ada yang berkesan di acara ini. Cuma duduk-duduk terus mendengarkan para dosen membacakan peraturan dan tata acara perkuliahan yang sebenarnya bisa kita baca dari buku panduan yang di bagiin sama kakak senior di BEM. Tapi, satu jempol tangan buat kakak seniornya yang benar-benar bisa ngejailin MABA-MABA yang pada ngelanggar aturan. Satu hal yang saya lupa, acara ini saya jadikan sebagai ajang cuci mata melihat wanita-wanita cantik ciptaan Allah swt. Baik itu teman sesama MABA atau kakak senior (namanya juga cowok hahaha).

Kita skip langsung ke pengalaman hari pertama kuliah. Hari pertama kuliah saya pasang muka jaim supaya orang-orang melihat saya itu orang baik dan pendiam, tapi memang sebenarnya saya orang baik (hahahaha). Hari pertama kuliah, saya cuma kenalan sama orang di sebelah kanan dan kiri saya saja (yang saya samperin), sisanya saya kenalan sama orang-orang yang ngider-ngider sana-sini buat kenalan kaya tukang asongan di kereta. Sebenarnya, saya agak kesal pada hari itu karena batuk saya ini makin parah (batuk-batuk terus).

Hari demi hari terus saya lewati sampai ada kakak senior dari HIMTI yang masuk ke kelas dan membuat pengumuman kalau sebagai MABA TI kita harus memakai tali sepatu biru, pita biru di lengan kanan, dan bawa jaket almamater setiap hari, dll selama sebulan. Hanya beberapa dari peraturan itu yang saya patuhi karena jarang ada kakak pengawas ke kelas saya. Sudah lewat sebulan, atribut-atribut itu saya lepas kecuali tali sepatu biru karena tali sepatu yang aslinya hilang (Hahaha). Dua minggu sebelum UTS. HIMTI atau Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika akan mengadakan kegiatan rutin setiap tahun ajaran baru bagi para MABA. Kegiatan ini bernama Blue Camp, acara ini sama halnya seperti makrab yang tujuannya untuk mengakrabkan mahasiswa baru dengan teman seangkatannya ataupun para senior. Tentu saja tidak semua MABA bisa ikut, karena ada quota muatan untuk urusan transportasinya.

Acara ini bertempatkan di Curug yang ada di Sukabumi. Kami berangkat pada hari jumat dari Kampus H. Di acara ini, teman sekelas saya yang mengikutinya hanya ada beberapa orang. Kami semua pergi ke tempat tujuan dengan menaiki Tronton milik TNI, karena hari itu hari jumat jadi kami semua khususnya pria yang muslim harus bersholat jumat, jadi saat perjalanan kami singgah terlebih dahulu untuk beribadah. Saat sampai di tempat tujuan, tenyata kami semua harus mendaki terlebih dahulu selama kurang lebih dua jam (Gendong tas yang beratnya bisa lebih dari 7 kilo, nanjak pula).

Selama acara ini, saya tidur di tenda cowok. Walaupun pada malam-malam terakhir, saya pura-pura sakit biar bisa tiduran di tempat medic (hahaha). Pada hari kedua, kita semua di suruh melakukan perjalanan ke curug selama 3 jam lebih dan saya dan kelompok saya sempat tersasar karena PK kami Bang Toy tidak tahu jalannya. Selama di perjalanan banyak banget yang kena gigit pacet. Sampai jari saya juga kena gigit pacet. Setelah sampai di curug, kami semua diwajibkan untuk berendam di air terjun itu. Dingin banget airnya sampai gigi saya tidak mau berhenti beradu karena saking dinginnya. Sudah selesai berendam, kami semua langsung kembali ke kemah dan berjalan kembali selama tiga jam.

Di hari terakhir, kami melakukan outbound yang bakal bikin kita semua kotor karena ada outbound yang mengharuskan kita merangkak di kubangan lumpur (anggap kaya lagi luluran aja deh).

Setelah outbound, pada sore harinya kita semua melakukan perjalanan ke tempat Tronton parkir, karena mobil Tronton yang di sewa tidak bisa melewati jalanan untuk ke camp. Jadi, kami semua jalan kaki kurang lebih selama 2 jam.

 

 

 

 

 

 

Setelah Blue Camp, saya menjalani hari saya seperti biasa. Buat tugas, buat laporan praktikum yang macam-macam, belajar untuk UTS dan aktifitas ini terus berlanjut sampai sekarang.

 

 

STOP DREAMING START ACTION “